Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 14 Februari 2010

Konten Internet Perlu Diatur, Tapi Tak Perlu 'Tangan Besi'

Ada tiga jenis konten internet yang sebaiknya memang diatur agar dunia cyber di tanah air bisa lebih sehat. Meski demikian, ini bukan berarti pemerintah perlu menerapkan 'tangan besi'.

ICT Watch, organisasi yang mempelopori dan memotori gerakan Internet Sehat, juga memiliki sikap terhadap Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika soal Konten Multimedia (RPM Konten) yang belakangan ramai jadi kontroversi. Meski ada kemiripan tujuan, ICT Watch cenderung tidak menyukai RPM tersebut.

"RPM itu sebaiknya hanya menyebutkan atau mengatur tiga konten yang dilarang, yaitu pornografi, kebencian atas suatu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan-red) dan terorisme," sebut pernyataan resmi ICT Watch yang disampaikan pada detikINET, Senin (15/2/2010).

Meski ketiga hal itu perlu diatur, namun bukan berarti pemerintah harus bersikap 'tangan besi' dengan turun tangan dan menindak. "Biarkan masyarakat yang memikirkan dan menjalankan, self-regulated," lanjut pernyataan itu.

Upaya-upaya dari masyarakat untuk melakukan itu sebenarnya sudah ada. Selain gerakan Internet Sehat, contoh gerakan lain yang sudah dilakukan adalah DNS Nawala yang dibuat oleh Asosiasi Warnet Indonesia (Awari).

Pemerintah diharapkan bisa memfokuskan upayanya untuk mendorong kegiatan menumbuhkan konten lokal yang positif daripada sibuk melarang-larang. "Sebab, keberadaan dan dampak konten negatif dapat dilawan, diminimalisir atau ditekan dengan digelontorkannya konten-konten lokal yang positif sebanyak mungkin," lanjut pernyataan dari ICT Watch.

( wsh / wsh )

Valentine, Penjualan Online Bra Meroket 823%

Berkenaan dengan hari raya Valentine, website dagang terkemuka, eBay, ketiban berkah di Inggris. Mereka mengumumkan, penjualan pakaian dalam wanita yang berharga mahal, meroket hingga 823%.

Bra yang laris manis bermerek terkenal seperti Rigby & Peller. Sepertinya, banyak orang di negeri Ratu Elizabeth itu memilih membeli bra atau pakaian dalam lain, sebagai hadiah Valentine bagi pasangannya.

Rupanya, kado atau kartu ucapan Valentine berbentuk fisik masih dianggap penting. Meski kini orang dengan mudah bisa mengucapkan selamat hari kasih sayang via Facebook atau ponsel, hadiah atau kartu ucapan terkesan lebih intim.

Survei dari Royal Mail mengungkap, 40% responden menyatakan mereka yang hanya mengucapkan selamat Valentine via internet dianggap malas, bahkan kasar.

Bahkan di kalangan responden muda dalam rentang usia 18-24 tahun, 70% di antara mereka sepakat mengucapkan selamat valentine via media sosial seperti Facebook tidak cukup. Demikian yang dikutip detikINET dari Telegraph, Senin (15/2/2010). ( fyk / faw-detik )

Jumat, 12 Februari 2010

Vibrator bisa menyebabkan kecanduan?

Vibrator adalah alat bantu seks yang banyak digunakan perempuan. Alat ini muncul karena banyak perempuan yang kesulitan mencapai orgasme. Dengan vibrator saraf-saraf sekitar vagina yang aktif semakin banyak yang membuat perempuan mudah orgasme.

Tapi mulai ada kekhawatiran di negara-negara barat, vibrator akan membuat perempuan menjadi kecanduan dan berisiko menjadikannya sebagai pengganti pasangan intim. Vibrator digunakan di luar vagina untuk merangsang klitoris.

Dapatkah seorang wanita menjadi begitu tak terkendali dalam menggunakan vibrator?

Pakar seks dan penulis buku seks Dr Yvonne K. Fulbright mengatakan tidak ada yang salah dalam menggunakan vibrator dalam melakukan hubungan seks.

"Tidak ada yang berbahaya, tidak ada yang buruk atau tidak sehat tentang penggunaan vibrator," ujar Dr Yvonne seperti dilansir dari FoxNews, Jumat (12/2/2010).

Diakuinya memang ada beberapa kasus perempuan yang menggunakan vibrator karena sulit mencapai klimaks ketika melakukannya sendiri atau bersama pasangannya tanpa alat ini.

Menurutnya ada dua alasan kenapa vibrator banyak disukai perempuan:
1. Adanya rangsangan klitoris.
Vibrator memberikan sensasi langsung dan kuat terhadap 8.000 ujung saraf di mahkota perempuan. Daerah ini seringkali tidak cukup mendapat perhatian selama melakukan seks.

2. Adanya respons tubuh.
Tubuh akan belajar merespon dengan cara dan pola tertentu setelah menggunakan vibrator.

Wanita yang menggunakan vibrator umumnya mengaku waktunya lebih efisien dan bisa mencapai kenikmatan seperti orgasme serta tidak membuatnya patah semangat karena sulit mencapai orgasme saat berhubungan intim.

Wanita terutama di negara-negara barat juga mengaku lebih senang dan aman menggunakan sex toy ketimbang harus melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang mungkin memiliki penyakit menular.

Untuk menghindari kecanduan vibrator, Dr Yvonne menyarankan perempuan jangan menjadikan ini sebagai kegiatan rutin. Ubahlah cara penggunaanya misalnya dengan menggunakannya di tangan yang bisa membantu mengistirahatkan tangan dan hindari berfantasi yang berlebihan.

Dr Yvonne mengatakan jangan sampai alat bantu seks membuat wanita cenderung memilih masturbasi daripada bersama pasangannya karena itu tidak sehat untuk hubungan mereka nantinya. Menikah lebih sehat daripada melakukan seks sendirian.

(ir/ver-detik)

Berpikir Seks 20 Menit Sekali Pertanda Penyakit?

Wajarkah jika seorang pria berpikir tentang seks setiap 20 menit sekali? Ternyata menurut para psikiater tidak. Meski seks sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, khususnya pria, tapi gejala seperti itu adalah penyakit dan perlu diobati.

Psikiater juga menyebut wanita yang sering marah-marah saat menstruasi punya penyakit pre-menstrual dysphoric. Namun para psikiater itu dikritik karena mendefinisikan kebiasaan sehari-hari sebagai sebuah penyakit.

Dalam edisi terbaru panduan psikiatrik yang berjudul 'the fifth Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders' atau DSM 5, para psikiater menggolongkan beberapa kebiasaan sehari-hari sebuah penyakit. Padahal kebiasaan-kebiasaan itu menurut dokter adalah hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari.

Buku panduan yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association itu telah dirancang sejak tahun 1994 namun kini menimbulkan kontroversi karena mengategorikan beberapa kebiasaan yang sebenarnya lumrah menjadi sebuah penyakit.

Selain berpikir seks 20 menit sekali yang dianggap sebagai sebuah penyakit, para psikiater juga menggolongkan beberapa kebiasaan lainnya sebagai sebuah penyakit seperti penyakit kecanduan judi, internet dan lainnya.

Namun kini Peter Tyrer, profesor psikiatrik dari Imperial College London tengah merevisi panduan tersebut. "Jika seorang pria yang tidak bisa berhenti memikirkan seks dikategorikan pecandu seks, maka akan banyak sekali pria yang menderita penyakit itu," kata Tyrer seperti dilansir Independent, Jumat (12/2/1010).

Panduan DSM 5 yang kini tengah disusun revisinya sebenarnya merupakan hasil pemikiran ratusan pakar selama lebih dari satu dekade (10 tahun). Tapi karena menimbulkan kontroversi, maka pakar psikiatrik terpaksa merombaknya.

"Kali ini mereka berjanji hanya memasukkan penyakit berdasarkan fungsi biologisnya. Ruang lingkup penyakit akan diperkecil dan beberapa kondisi tidak akan dikategorikan sebagai sebuah penyakit," kata Tyrer.

Beberapa kalangan menduga ada campur tangan pihak farmasi dalam penggolongan penyakit yang sebenarnya dalam dunia medis masuk kategori biasa-biasa saja. Dengan semakin banyak kebiasaan yang digolongkan sebagai sebuah penyakit maka kemungkinan peresepan obat oleh dokter pun semakin tinggi.

"Jika dalam panduan itu disebutkan penyakit hiperseksual sebagai penyakit jenis baru, maka yang akan diuntungkan adalah pihak farmasi. Seperti kita tahu, jika sebuah penyakit baru ditemukan maka perusahaan farmasi akan segera menyiapkan obatnya," ujar Tim Kendall dari the Royal College of Psychiatrists.

"Sebenarnya semua masalah yang berhubungan dengan psikologi dapat menjadi sebuah penyakit, hanya jika hal itu sudah mengganggu kualitas hidup," tambahnya.

Beberapa penyakit yang menimbulkan kontroversi dalam DSM 5 antara lain:
1. Hypersexual disorder (sering berpikir tentang seks)
2. Binge-eating disorder (makan berlebihan untuk menghilangkan stes dan rasa bersalah)
3. Psychosis risk syndrome (stres yang menyebabkan halusinasi, khayalan dan kurang tidur)
4. Pathological gambling (kecanduan berjudi, senang menghabiskan uang untuk sebuah kesenangan)
5. Minor neurocognitive disorder (punya kemampuan otak yang lebih rendah daripada orang seusianya)
(fah/ir)

Takut Makanan Tidak Sehat, Malah Kena Orthoreksia

Pelajaran penting buat orang yang terlalu takut terhadap semua makanan. Memiliki obsesi berlebihan tentang makanan yang sehat bisa membuat seseorang mengalami gangguan makan orthoreksia.

Gangguan makan orthoreksia ini berbeda dengan gangguan makan anoreksia (obsesi berlebihan untuk memiliki tubuh yang kurus).

Orthoreksia adalah obsesi untuk menghindari berbagai makanan yang dianggap tidak sehat. Diagnosisnya sendiri masih kontroversial yang ditandai dengan berhenti mengonsumsi berbagai makanan yang diproses.

Penderita sudah pasti akan menjauhi makanan berlemak jenuh tinggi serta yang mengandung kadar gula berlebihan. Penderita orthorexia juga akan menghindari berbagai makanan yang mengandung perasa buatan, pewarna atau pengawet makanan. Mereka juga ketat dalam memilih makanan seperti hanya konsumsi sayuran atau makanan mentah saja.

Gangguan makan ini akan membuat seseorang berpikir lebih baik memilih kelaparan daripada harus mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Kaum perempuan lebih rentan mengalami gangguan ini dibandingkan laki-laki.

Penderita orthoreksia cenderung sulit untuk bersosialisasi, karena mereka takut dipaksa oleh teman-temannya untuk mengonsumsi makanan yang dianggapnya tidak murni. Karenanya orang yang orthoreksia akan memiliki tubuh yang kurus (terlihat seperti kekurangan gizi) serta penampilan yang lebih tua dibandingkan dengan usianya.

Orthoreksia sempat menjadi kontroversi, karena beberapa ahli menganggap hal tersebut bukanlah suatu gangguan makan. Tapi ahli lain menyatakan bahwa orthoreksia berbeda dengan anoreksia sehingga harus dibuat klasifikasi tersendiri.

"Orang yang mengalami orthoreksia harus mendapatkan perawatan yang benar-benar dibutuhkan, salah satunya menggunakan terapi perilaku kognitif yaitu pasien dilatih untuk mengganti pikiran obsesif mengenai segala makanan yang sehat," ujar Kathleen McDonald dari Eating Disorders Coalition, seperti dikutip dari TIME, Sabtu (13/2/2010).

McDonald mengungkapkan sampai saat ini belum banyak diketahui mengenai perawatan apa yang terbaik dalam menangani penderita orthoreksia. "Sehingga masih bersifat untung-untungan," tambahnya.

"Orthoreksia seringkali dihubungkan dengan gangguan kecemasan atau dianggap sebagai hal yang umum. Kami tidak ingin orang salah mengartikan, bahwa memiliki obsesi makan sehat yang berlebihan juga bisa berbahaya," ujar Cynthia Bulik, direktur eating-disorders program di University of North Carolina, Chapel Hill.

Memiliki pola makan yang sehat memang baik, tapi jika pola makan tersebut membuat seseorang memiliki kondisi kesehatan yang buruk tentu saja akan menimbulkan masalah baru.
(ver/ir-detik)

Seo bagi blogger Ajib adalah lifestyle

Seo bagi blogger Ajib adalah lifestyle. Seo, nama ini adalah suatu yang sangat menarik bagi saya. Bisa dibilang saya sangat terobsesi dengan seo ini. Seo bagi blogger Ajib adalah lifestyle adalah sebuah persembahan dari Ajib Seo Team (ajib.org). Ada sebuah kontes internal antara anggota atau keluarga ajib. Kontes ini cukup menantang karena seluruh pesertanya adalah orang-orang yang sudah tidak asing lagi di dunia Seo.

Seo bagi blogger Ajib adalah lifestyle di ikuti oleh raden, mas gome, lerry, mas cicurug dan saya sendiri. Saling berebut posisi nomor satu di search engine hehehe,,,sepertinya sangat sulit apabila semuanya sudah mengetahui Rahasia Search Engine. Tapi bukan itu intinya, karena hal ini bertujuan untuk meningkatkan ke-Solidan antar ajib team.

Sebenarnya ada banyak team seo di negara kita dan mereka juga menyediakan Jasa Seo, tapi di ajib tidak hanya bergerak dalam Jasa seo, tapi lebih tepatnya adalah keluarga seo...


Perkenalkan Ajib Seo Team (ajib.org), The Beginning Of Power.



Kamis, 11 Februari 2010

Jennifer Garner Buat Lumba-lumba Ejakulasi

Belum lama ini, aktris Hollywood Jennifer Garner mengalami kejadian aneh. Seekor lumba-lumba mendadak ejakulasi ketika berenang di dekatnya. Kok bisa?

Seperti dilansir Daily Telegraph, Kamis (11/2/2010), Jennifer pun tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Awalnya, bintang 'Elektra' itu menyangka kalau lumba-lumba tersebut hanya buang air.

"Lumba-lumba itu berenang mengelilingi kaki saya, rasanya saat itu seperti kita sedang bermain. Lalu saya bilang kepada salah satu pelatih kalau lumba-lumba itu buang air," ujar istri aktor Ben Affleck itu.

Jennifer pun menuturkan kalau lumba-lumba tersebut tidak sedang buang air. Namun, lumba-lumba itu ternyata mengalami ejakulasi.

(hkm/hkm-detik)

Text Widget

Text Widget